Minggu, 30 Desember 2012

PENGENDALIAN HAMA PARE


PENGENDALIAN
HAMA TANAMAN PARE

Oleh  :   Sailan, SP, M.Si
KJF BP4K Kabupaten Bengkulu Tengah
dan Pembina P4S Cita Laksana Mandiri


Pare atau paria (bitter guard) rasanya pahit, terutama buah dan daunnya, karena adanya kandungan zat sejenis glukosida (momordisin atau charantin).  Walaupun demikian, tanaman ini merupakan salah satu jenis sayuran berpotensi komersial, bila dibudidayakan secara intensif dalam skala agribisnis.

Peluang pasar terbuka luas mulai dari pasar lokal dan swalayan. Hal ini merupakan suatu alternatif usaha tani sumber penghasilan dan pendapatan para petani. 

Sebaliknya bagi konsumen, selain dijadikan berbagai jenis masakan, buah pare berfungsi sebagai obat (kencing manis, wasir dan kerusakan hati, kemandulan pada wanita, kontrol (diare, sakit kuning, jantung), menambah produksi asi dan antiseptik, rabun malam, penyakit kulit, impotensi, dan mengatasi batuk).

Beberapa kendala yang sering dialami oleh para petani dalam budidaya tanaman pare, antara lain adalah adanya serangan hama kumbang daun (Epilachna sp), lalat buah (Dacus cucurbitae Cog), dan kutu daun (Aphis gossypii Clover).

Ciri – ciri dan Biologi Kumbang Daun 

1. Serangga dewasa merupakan kumbang kecil (panjang 1 cm), sayap depannya merah dengan bintik – bintik atau kuning mengkilap

2. Telur diletakkan berkelompok pada bagian permukaan daun bagian bawah

3. Larva (panjang 1 cm) dan di sekeliling tubuhnya berduri (bulu – bulu)

4. Siklus (daur) hidup berlangsung 55 – 71 hari

Gejala Serangan Kumbang Daun

1. Stadium serangga dewasa dan larva menggigit atau memakan permukaan daun sebelah bawah dan mengakibatkan daun rusak atau bolong – bolong tidak teratur

2. Pada serangan berat, semua jaringan daun rusak dan hanya tinggal tulang-tulang daunnya saja

Pengendalian Hama Kumbang Daun

1. Mekanis (mengumpulkan serangga dan larva) untuk dimusnahkan

2. Kimiawi (Curacron 500 EC, Perfekthion 400 EC, Marshall 200 EC)

Ciri – ciri dan Biologi Hama Lalat Buah

1. Serangga dewasa berupa lalat kecil (panjang 0,5 cm), bagian dada coklat tua dan kakinya coklat muda

2. Lalat betina meletakkan telur pada bunga dan buah

3. Telur menetas menjadi larva (ulat) di dalam buah, sedangkan stadium pupa dibentuk di atas permukaan tanah

4. Daur (siklus) hidup berlangsung sekitar 4 minggu

Gejala Serangan Hama Lalat Buah

1.  Ulat (larva) memakan dan merusak daging buah hingga menyebabkan buah bercak – bercak coklat sampai hitam, daging buah menjadi busuk, berlubang, dan di dalamnya terdapat larva (ulat) yang pandai meloncat – loncat

2. Pada serangan berat, buah busuk dan rontok (berguguran)

Pengendalian Hama Lalat Buah

1.  Kultur teknis (rotasi/pergiliran tanaman) bukan inang lalat buah dan mengumpulkan serta memusnahkan buah – buah yang terserang

2. Kimiawi (memasang perangkap lalat buah) yang mengandung zat methyl eugenol ( M – Atraktan, Super Meg) atau disemprot dengan Promar yang dicampur insektisida Curacron 500 EC.

Ciri – cirri dan Biologi Kutu Daun

1.  Kutu daun berukuran kecil (panjang 1 – 2 mm), warna tubuhnya bervariasi (kuning, kuning kemerahan, hijau kuning, hijau gelap, hitam suram)

2.  Perkembangbiakan kutu daun (melalui perkawinan atau parthenogenesis/telur berkembang menjadi anak tanpa proses pembuahan)

3. Siklus (daur) hidup 7 – 10 hari (tergantung keadaan suhu udara)


Gejala Serangan Hama Kutu Daun

1.  Kutu daun mengisap cairan kuncup (daun muda), bunga, batang muda, dan buah, sehingga mengakibatkan gejala keriting daun dan terlambatnya pembentukan bunga dan buah

2.  Serangan berat mengakibatkan pertumbuhan tanaman kerdil dan abnormal

Pengendalian Hama Kutu Daun

1.  Menanam tanaman perangkap hama (trap crop) di sekeliling kebun (jagung)

2. Pemangkasan tanaman yang terserang berat

3. Pemasangan perangkap hama IATP (Insect  Adhesive Trap Paper).  IATP buatan Taiwan (lembaran kertas kuning mengandung lem) digulung dan digantungkan di sekitar kebun pare

4. Kimiawi (Curacron 500 EC, Decis 2,5 EC, Confidor 200 SL)
 
Hama lainnya : Ulat Jengkal (Chrysodeixis chalcites Esp) dan Ulat Grayak (Spodotera litura F)

Kedua hama merusak atau memakan daun dan buah pare.

Pengendalian dapat dilakukan dengan :

1.  Pergiliran (rotasi) tanaman, tanam serempak, mengumpulkan dan memusnahkan ulat

2. Kimiawi (Decis 2,5 EC, Supracide 40 EC)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar