Minggu, 30 Desember 2012

SEKOLAH LAPANG P2KP


SEKOLAH LAPANG (SL)
PERCEPATAN PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN (P2KP)


Oleh  :   Sailan, SP, M.Si
KJF BP4K Kabupaten Bengkulu Tengah
dan Pembina P4S Cita Laksana Mandiri


Optimalisasi pemanfaatan pekarangan dilaksanakan dengan melakukan usaha tani secara terpadu, berkelanjutan, dan diarahkan menuju tahap kemandirian.

Pengelolaan secara terpadu dimaksudkan agar pekarangan berperan sebagai penyedia sumber pangan keluarga (karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral).

Pendekatan dilakukan dengan mengembangkan pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) mengutamakan pemanfaatan sumber daya lokal dan pengetahuan lokal (local wisdom) agar tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Metode pemberdayaan kelompok wanita optimalisasi pemanfaatan pekarangan adalah Sekolah Lapang (SL) melalui pendampingan Penyuluh P2KP desa bekerjasama dengan Penyuluh Pendamping P2KP Kabupaten/Kota serta dikoordinasikan oleh aparat Kabupaten/Kota.

Tujuan Pemberdayaan Kelompok P2KP

Pemberdayaan dimaksudkan untuk penguatan kelembagaan dan peningkatan kemapuan kelompok wanita dalam pengembangan pemanfaatan pekarangan (budidaya dan pengolahan pangan) serta peningkatan pengetahuan tentang konsumsi pangan beragam, bergizi, berimbang, dan aman.

Paradigma pengembangan kegiatan produktif masyarakat tidak hanya tebatas produksi pekarangan ke meja makan/dikonsumsi (from farm to table), tetapi dapat berkembang dari pekarangan menuju pasar/dijual (from farm to market) dan memberikan nilai tambah.

Dasar Pemikiran tentang Sekolah Lapang (SL) P2KP

1. Kebiasaan atau petunjuk menjadi rasional
2. Biasa bekerja atau trampil menjadi professional
3.  Dari ketergantungan (dependent) diharapkan menjadi kemandirian (independent) dan saling ketergantungan serta akhirnya menjadi pola kerjasama (team work)


Rancangan Pelatihan SL P2KP

Rancangan pelatihan harus didasarkan pada kompetisi kerja dan kebutuhan sasaran yang dicermati melalui identifikasi masalah lapangan (IML) dan analisa kebutuhan latihan (AKL)

Proses Berlatih – Melatih Sekolah Lapang (SL) P2KP

Proses berlatih – melatih menggunakan metode Experential Learning Cycle (ELC) atau berlatih berdasarkan pengalaman, yang dimulai dari mengalami, mengungkapkan, mengolah, generalisasi, dan menerapkan

Tujuan Sekolah Lapang (SL) P2KP

1. Tujuan Umum
Meningkatkan kompetisi kerja dan prilaku sasaran pelatihan serta mempercepat alih teknologi dari sumber/perekayasa ke kelompok wanita

2. Tujuan Khusus

                        - Membudayakan pemanfaatan pekarangan dalam mendukung penganekaragaman konsumsi pangan masyarakat
                         
                                       -  Mempercepat penerapan pengetahuan tentang penganekaragaman konsumsi pangan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dalam pengelolaan pekarangan
                                        
-             Meningkatkan motivasi dan partisifasi masyarakat dalam pengembangan penganekaragaman konsumsi pangan melalui pemanfaatan pekarangan

Sasaran Sekolah Lapang (SL) P2KP

Kelompok wanita dan pemandu lapangan, keduanya merupakan mata rantai pemanfaatan teknologi yang saling ketergantungan, saling mendukung, saling menguatkan, dan tak dapat dipisahkan

Fungsi Sekolah Lapang (SL) P2KP

1. Pusat pembelajaran
2. Media pengambilan keputusan
3. Tukar – menukar informasi dan pengalaman lapangan
4. Pembinaan managemen kelompok
5. Sebagai percontohan kawasan lainnya




Pola Penyelenggaraan Sekolah Lapang (SL) P2KP

1.  Mampu mengambil keputusan atas dasar pertimbangan teknis dan ekonomis tahapan kegiatan pemanfaatan pekarangan

2. Mampu mengaplikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara benar

3. Meningkatkan kualitas konsumsi pangan keluarga dan pendapatan

4. Terdapat 1 demplot atau kebun kelompok yang dibimbing oleh Penyuluh pendamping

5. Tidak terikat dengan kelas dapat dilakukan di Saung pertemuan sekolah atau tempat yang berdekatan dengan lahan belajar

6. Penyuluh sebagai fasilitator dalam diskusi kelompok

7. Kelompok Ketua, Sekretaris, dan Bendahara sebagai motivator

8. Melakukan pengamatan bersama – sama di demplot, mendeskripsikan, membahas temuan – temuan di kelompok

9. Peserta wajib mengikuti semua tahapan sekolah lapang dan melaksanakan kegiatan sesuai rencana dan jadwal di demplot dan pekarangan

Materi Sekolah Lapang (SL) P2KP

1. Pertemuan sosialisasi optimalisasi pemanfaatn pekarangan dilakukan 1 bulan sekali

2. Materi difokuskan pada pengelolaan budidaya tanaman pangan sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral, pengelolaan panen dan pasca panen, pengolahan bahan pangan, penyusunan menu dan penyajian pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman berbasis pangan local bagi keluarga setiap harinya

3. Materi dapat disesuaikan dengan keperluan setempat

Fungsi Penyuluh Pendamping

1. Motivator
-  Kaya pengalaman budi daya
- Membantu membangun kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan pekarangan untuk percepatan penganekaragaman konsumsi pangan
2. Pemandu (paham materi dan permasalahan)
3. Dinamisator (menimbulkan keterikatan dan menghidupkan kegiatan)
4. Konsultan (mempermudah langkah-angkah selanjutnya setelah Sekolah Lapang (SL) P2KP)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar