Jumat, 14 Desember 2012

PERTANIAN PRAKTIS



 
MENANAM SELADA (Lactuca sativa L)
DI POLYBAG

Oleh  :   Sailan, SP, M.Si
KJF BP4K Kabupaten Bengkulu Tengah
dan Pembina P4S Cita Laksana Mandiri

Selada adalah tanaman komersial dengan nilai ekonomis cukup tinggi, karena harganya cukup tinggi, biasanya dijual di super market, dan sebagai hidangan pelengkap di hotel dan restoran besar

Meskipun selada tampil sebagai hiasan, namun selada merupakan satu symbol pengakuan hidangan yang pantas dan berkelas, cermin prestise, dan meningkatkan mutu sebuah jamuan

Selada merupakan sayuran international dan telah merangsang pengembangan aneka saos selada penyerta, seperti saos Thousand Island, Saos Cucumber Ranch, Saos Myonaise, Saos Putih, Rusian Dresssing, Italian Dressing, dan Saos Blue Chess

Di Indonesia masakan yang khas memiliki bahan selada adalah “Tahu Campur” dari Jawa Timur

Selada pada umumnya diusahakan di daerah sub tropis, dataran tinggi, dan menghendaki suhu yang sejuk.  Walaupun demikian dengan kemajuan teknologi pertanian, selada dapat ditanam di dataran rendah dalam polybag

Persiapan Media Tanam

1. Polybag ukuran 20 x 30 cm atau 25 x 30 cm
2. Media tanam (top soil, pasir, pupuk kandang) perbandingan 1 : 1 : 1

Top soil, pasir, pupuk kandang tersebut dicampur merata dengan Curater atau Puradan 3 G sebanyak 1 – 2 grm/polybag.  Kemudian campuran tersebut dimasukkan dalam polybag sampai 2/3 bagian dari polybag

Penanaman

1. Susun polybag yang sudah diisi media tanam dengan jarak 25 x 25 cm
2. Siram media dalam polybag secukupnya, biarkan sesaat agar air siraman mengendap ke bawah
3. Tanamkan benih selada 2 biji dalam polybag
4. Setelah penanaman selesai, buatlah naungan dari plastic transparan dengan tinggi sebelah Timur 1 m dan sebelah Barat 0,75 m

Naungan ditujukan untuk mengurangi cahaya matahari dan hempasan air hujan secara langsung

Penyiraman

Penyiraman sangat penting dilakukan, karena kebutuhan air tanaman selada selama pertumbuhannya hanya menggantungkan air siraman

Tanaman selada banyak membutuhkan air, oleh karena itu penyiraman dapat dilakukan 1 kali penyiraman setiap hari.  Penyiraman berlebihan kurang baik, karena air akan terbuang sia-sia

Penyiangan dan pembumbunan

Penyiangan dapat dilakukan bila ada gulma pengganggu yang tumbuh disekitar tanaman selada

Pembumbunan ringan dapat dilakukan dengan menggunakan bilah bambu  yang ujungnya dibuat runcing untuk menggemburkan tanah dalam polybag agar akar tanaman selada tumbuh dan berkembang dengan baik

Pemupukan

Unsur hara yang terdapat di dalam media tanam sangat terbatas untuk mencukupi kebutuhan tanaman selada, oleh karena itu perlu diberikan pemupukan

Pupuk yang diberikan untuk tanaman selada adalah pupuk Urea.  Dosis pupuk Urea yang diberikan 1 – 2 grm/tanaman dengan interval 10 hari sekali dan frekuensinya 5 -7 kali

Pemupukan dapat dilakukan dengan membuat lubang dekat tanaman selada, pupuk dimasukkan ke dalam lubang yang telah dibuat dan langsung ditutup dengan tanah

Usahakan pupuk Urea tidak mengenai bagian tanaman, karena bila bersentuhan langsung dapat mengakibatkan kematian tanaman selada

Pengalaman menunjukkan bahwa pemberian pupuk di polybag lebih efektif dan tanaman lebih optimum memanfaatkan pupuk yang diberikan, karena persaingan tanaman selada dengan rumput relative sedikit, tidak terjadi persaingan antar sesama tanaman selada, dan tidak banyak pupuk yang hilang

Untuk melengkapi unsur hara, tanaman selada memerlukan pupuk daun yang mengandung hara makro dan mikro.  Gandasil D dengan dosis 10 – 30 grm dilarutkan dalam air dan disemprotkan ke tanaman selada.  Pupuk daun diberikan pada umur 30 hari setelah tanam, lalu diulangi setiap 10 hari kemudian sampai tanaman berumur 50 hari setelah tanam.
Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengawasan secara rutin dengan mengamati tanaman selada terhadap gangguan hama dan penyakit harus dilakukan setiap saat

Pengendalian secara mekanis dengan mengambil hama yang menyerang dan sanitasi tanaman perlu dilakukan

Penggunaan pestisida sedapat mungkin dihindarkan

Panen dan Pasca Panen

Tanaman selada yang ditanam melalui biji langsung dapat dipanen pada umur 3,5 – 4 bulan

Panen dilakukan pada pagi atau sore hari dengan cara mencabut tanaman selada
Segera setelah panen, tanaman selada dipasarkan dan usahakan jangan sampai tanaman layu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar