Rabu, 19 Desember 2012

PERAN PUPUK KALIUM


PERAN PUPUK KALIUM DALAM
MENDUKUNG PERTANIAN
INTENSIF DAN MODERN

Oleh  :   Sailan, SP, M.Si
KJF BP4K Kabupaten Bengkulu Tengah


Kecenderungan penerapan system pertanian intensif dan modern saat ini mengakibatkan adanya perubahan keperluan pupuk bagi pertanaman.  Peningkatan frekuensi penanaman dalam satuan waktu menyebabkan berkurangnya hara di dalam tanah, berkurangnya masa bera, dan semakin singkatnya periode kering bagi tanah mengeluarkan gas beracun (metan dan H2S).

Dalam upaya peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari 100 menjadi 200 dan bahkan 300 atau lebih, sebagian petani membersihkan lahan sawahnya dengan  membakar jerami padi  dan sebagian lainnya digunakan untuk bahan kertas dan pakan ternak.  Keadaan ini menyebabkan berkurangnya kadar bahan organic tanah dan terputusnya siklus hara di lahan sawah.

Selain dari pada itu, untuk mencapai hasil yang tinggi digunakan jarak tanam rapat, dengan asumsi populasi tanaman akan lebih banyak dan produksinya akan tinggi pula.

Untuk mendapatkan produksi yang tinggi, petani cenderung menggunakan Nitrogen lebih banyak.  Apabila kebutuhan Nitrogen tanaman ditambah, maka    diperlukan penambahan hara lainnya, termasuk diantaranya adalah Kalium.  Penggunaan Nitrogen yang lebih banyak tanpa diimbangi dengan unsure hara lainnya akan mengakibatkan tanaman mudah terserang hama dan penyakit dan mudah rebah.

Ciri-ciri pertanian intensif dan modern :

1. Pertanaman dilakukan secara intensif ( > 2 kali dalam 1 tahun)
2. Singkatnya waktu bera
3. Mengejar hasil tinggi
4. Menggunakan jarak tanam rapat
5. Pemupukan lebih tinggi
6. Pengolahan tanah lebih cepat
7. Lebih banyak menggunakan mesin dan alat pertanian

Akibat Penggunaan Jarak Tanam Rapat :

1.  Tanaman lebih mudah terserang hama dan penyakit
2.  Tanaman lebih mudah rebah
3.   Tanaman lebih peka terhadap kekeringan (> banyak air yang terekstrak akar tanaman)

Pengaruh Positif  Pupuk Kalium terhadap Komponen Hasil Tanaman

Karena peran Kalium dalam metabolisme karbohidrat dan translokasinya ke malai serta aktivitas enzim, maka pengaruh positif  Kalium terhadap komponen hasil  :

1. Mengurangi persentase gabah hampa
2. Meningkatkan jumlah malai per rumpun
3. Menambah jumlah gabah per malai
4. Menambah bobot 1.000 butir gabah
  
Hubungan kebutuhan Nitrogen dan Kalium dalam meningkatkan Hasil Padi

1. Naiknya hasil akibat pemberian 174 kg N/ha yaitu dari 3,4 ton menjadi 9,8 ton/ha meningkatkan serapan hara Kalium dari 69 kg menjadi 258 kg K/ha.
    
     Hal ini menunjukkan bahwa besarnya peningkatan keperluan hara K bagi tanaman pada tingkat hasil yang tinggi.

2. Pemupukan 180 kg N/ha menaikkan  konsentrasi gabah dari 0,82 % menjadi 1,24 % N dan konsentrasi jerami dari 0,34 % menjadi 0,63 % N.

     Meningkatnya konsentrasi N menyebabkan daun dan pelepah daun melemah. Bila konsentrasi N tidak diimbangi dengan K, maka tanaman akan mudah terserang hama dan penyakit serta mudah rebah.

3. Besarnya keragaman konsentrasi K dapat dilihat dari nisbah N/K jerami 0,48 sampai 1,49  dan gabah 3,0 sampai 10,1.

     Nisbah yang tinggi menunjukkan bahwa kurangnya status K tanaman atau kurangnya suplai K bagi tanaman untuk mendukung hasil tinggi dan kestabilan hasil.

     Nisbah yang rendah menunjukkan bahwa rendahnya status N tanaman (tingkat hasil rendah) sedangkan suplai K cukup.
Akibat Kekurangan  hara Kalium menyebabkan perkembangan organela sel dan jaringan, khloroplas dan mitokondria tidak normal.  Hal ini menyebabkan fotosintesis dan produksi karbohidrat terlambat dan produksi rendah.

Fungsi Kalium terhadap Ketahanan Tanaman dari Kerebahan

Pemberian Nitrogen tinggi tidak diimbangi dengan pemupukan K, maka tanah tidak dapat mensuplai K cukup, akibatnya nisbah N/K tinggi dan tanaman mudah rebah.  Selain itu kekurangan Kalium menyebabkan jaringan pembuluh kayu dan pembuluh tapis serta korteks terganggu.

Fungsi Kalium terhadap Kekeringan

Pemupukan Kalium meningkatkan kadar air tanaman padi sawah atau padi gogo, karena itu status air tanaman akan lebih baik.  Bila kekurangan Kalium, maka turgor sel berkurang dan mengakibatkan tanaman mudah layu dari cekaman kekeringan.





Fungsi Kalium terhadap Serangan  Hama dan Penyakit

Kalium berpengaruh positif terhadap kadar lignin jaringan skelenkhim di bawah lapisan epidermis dan sel-sel sekitar jaringan pembuluh, akibatnya daun tanaman menjadi kasar.  Bila tanaman kekurangan Kalium, maka kadar ligninnya rendah dan mudah terserang cendawan.

Kalium dapat meningkatkan ketahanan tanaman padi dari serangan penyakit : busuk batang (Helminthosporium sigmodium), bakteri lepuh daun (leaf blight), bercak daun coklat (Ophiobolus miyabeanus), busuk pelepah daun ( Cortitium), kresek (Xanthomonas oryzae), dan Piricularia oryzae.

Karena daun tanaman menjadi kasar, maka secara fisik dapat mengurangi gangguan akibat serangan hama.

Fungsi Kalium terhadap Keracunan Besi dan Salinitas

Pemupukan Kalium dapat mengurangi kadar besi tanaman dan terhindar dari gejala karat daun (bronzing) serta dapat meningkatkan hasil.  Tanaman kekurangan Kalium lebih rentan terhadap salinitas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar